Dimabuk Cinta Pertama
Dari judul tulisan kali ini, mungkin membuat kalian yang datang ke blog ini penasaran apalagi untuk mereka yang baru puber atau yang sedang menanti jodohnya yang tak kunjung datang.
Cinta. Satu kata yang mengartikan banyak sekali makna. Cinta. Mendengar bunyinya saja sudah membuat hati dan pikiran ini melayang jauh ke si "Dia" yang menjadi pujaan hati. Belum lagi kita sering mendengar ungkapan, cinta berjuta rasanya. Tapi memang ungkapan itu dapat dibenarkan. Mengapa? Karena cinta, perasaan terkadang bahagia, terkadang sedih bahkan membuat banyak orang kewalahan menghadapinya.
Cinta kali ini adalah cinta keluarga intimu. Cinta dari seoarang ayah, ibu dan juga saudara kandungmu, jika kalian bukanlah anak tunggal. Cinta mereka ini sangatlah luar biasa terhadap seorang anak/saudara. Apapun yang terbaik akan mereka lakukan untuk kebaikan anak/saudara mereka. Mereka adalah cinta pertama yang tidak mampu tergantikan oleh siapapun. Mereka adalah harta paling berharga yang harus kalian jaga seumur hidup kalian. Sebagaimana mereka mempertaruhkan segalanya hanya untuk kebahagiaanmu. Mereka mungkin memarhimu, keras dan terkadang mengekang kebebasanmu. Tapi, itu semua mereka lakukan hanya untuk kebaikan kalian.
Tanpa kalian sadari, saat kalian meminta sesuatu, mungkin saja saat itu mereka tidak bisa memberikannya langsung kepada kalian. Itu bisa saja karena mereka belum mampu memberikan disaat itu. Hingga, kalian mendapatkan itu beberapa hari kemudian. Tidaklah kalian tau? Mungkin saja, ayah kalian harus lembur bekerja atau mencari tambahan saat itu. Bisa saja, ibu memangkas uang belanja bulanannya untuk diberikan kepada kalian terlebih dahulu. Itu semua mereka lakukan tanpa kalian sadar dan mengetahuinya.
Belum lagi saudara kita yang selalu menghibur disaat kita sedih, menemani disaat kawan tak bersama atau bahkan hanya sekedar menjadi teman cerita, dikala kawan-kawan sepermainan sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing.
Betapa memabukannya cinta ini. Hingga diri ini saja, kecanduan untuk selalu mencintai, cinta pertamanya. Tak ada yang mampu menggantikan sosok mereka di hati ini. Mereka adalah cinta pertama yang memiliki ruang tersendiri di hati.
Namun, dari kita semua mungkin saja belum bisa menjadi anak/saudara yang baik bagi mereka. Termasuk penulis. Mungkin saja selama ini, kita lebih banyak menyakiti mereka baik disengaja maupun tidak. Bisa saja selama ini, waktu kita lebih banyak dengan kawan sepermainan dibandingkan dengan mereka. Seiring waktu berjalan, ayah-ibu menua, suadara beranjak dewasa. Lalu, apakah sekarang waktunya kita menyempatkan waktu untuk selalu melakukan quality time bersama mereka? Sejenak melepas gadget dan segala gawai yang ada untuk bercengkrama di ruang keluarga sambil menonton bola bersama. Sekedar menelfon dan bersenda gurau saat ada jarak diantara kalian. Keluar bersama seminggu sekali atau sebulan 2 kali hanya untuk menikmati waktu bersama, rekreasi bersama, berfoto ceria dan melepas lelah bersama. Dan banyak hal lain yang kalian bisa lakukan hanya untuk sekedar berkabar dan mendengar kabar satu sama lain.
Semua itu akan lebih terasa disaat merantau, atau melihat langsung perjuangan mereka dalam memperjuangkan kalian yang sangat berharga bagi mereka. Yuk, setelah ini, kita langsung menghampiri mereka untuk makan bersama, rekreasi atau sekedar bertukar kabar.
Ah ternyata sudah malam saat menulis ini..
Dan malam ini terasa sangat sendu, ditambah dengan dinginnya suasana hari ini. Foto keluarga di meja kerja menjadi penyebab mabuk dimalam ini. Ah, sungguh memabukan cinta ini, menuliskannya saja tak kuasa air mata dan hati ini. Apalagi mengutarakannya langsung? Nangis bombay yang ada haha. Love you all. I will always love you, my family.
" At the end of the day, life is about being happy being who you are, and I feel like we are so blessed to have the support system and the best family to really just support each other no matter what we're going through." - Kim Kardashian
Tulisan ini untuk kalian, cinta pertama penulis.
Comments
Post a Comment