Skip to main content

Antara Bekerja ataukah S2?

Selamat untuk para adik-adik yang baru saja merayakan kelulusan sarjana kalian. 

Yap, euforia itu memang berarti sekali, ketika kita telah di kukuhkan untuk mengemban title yang lebih tinggi lagi sebagai sarjana. Lalu, tanggung jawab yang kita emban pun semakin besar. Ditambah lagi dengan status yang telah dewasa membuat kita menjadi semakin malu jika terus menerus meminta kepada orang tua. Lantas, apakah yang harus dilakukan setelah lulus sarjana ini? 

Banyak dari temen-temen sekalian yang mungkin langsung saja memilih untuk bekerja. Namun, tidak sedikit pula, dari temen-temen sekalian yang memilih untuk melanjutkan studi dengan alih-alih memang ingin meningkatkan pengetahuan dan menjadi expert disalah satu bidang yang kalian tekuni. Bahkan ada pula dari kebanyakan teman-teman yang memulai bisnis mereka sendiri. Wow, itu juga salah satu hal yang positif. 

Tapi apa sih yang sebenernya baik untuk diambil? 

Pertanyaan itu tak ubahnya adalah pertanyaan yang tidak perlu dijawab. Karena, sejatinya jawaban itu hanya mampu dijawab oleh pribadi masing-masing. Yang mana yang terbaik, itulah yang patut dijalani. Sesuatu yang baik itu lahir dari keyakinan diri, restu orang tua dan juga izin dari Tuhan YME.

Selanjutnya, untuk yang baru lulus dan ingin bekerja, perlu diingat bahwa tidak semua orang setelah lulus langsung mendapat pekerjaan. Banyak dari mereka juga yang perlu menunggu panggilan. Karena kenapa? karena proses seleksi untuk bekerja itu tidak sehari dua hari dan tidak hanya satu atau dua orang saja. Sehingga, ada baiknya, di sela menunggu waktu tersebut, pergunakanlah waktu sebaik mungkin. Entah itu untuk menambah skills bahasa kalian, ikut kegiatan sosial, ataupun melakukan internship disalah satu perusaaan. Hal tersebut sangat positif dan menjadi salah satu nilai tambah bagi kalian. Belum lagi, waktu yang kalian gunakan menjadi efektif dan tidak terbuang sia-sia. Selain itu, dari kegiatan-kegiatan tersebut juga menambah teman bagi kalian. Sehingga hal ini menjadi salah satu opsi kalian untuk mengisi waktu saat menunggu panggilan kerja. 

Untuk yang mau melanjutka studi. Mungkin agak sedikit lebih mempersiapkan diri. Mulai dari belajar bahasa dan juga persiapan untuk mengambil ujian bahasa tersebut. Lalu mulai mencari beasiswa dan Univesitas yang dituju. Pada saat pencarian S2, ada hal yang sama seperti menunggu panggilan kerja. Sehingga kalian bisa memanfaatkan waktu kalian selain dalam belajar bahasa, juga mulai mencari kegiatan lainnya. Baik itu kegiatan sosial ataupun Internship. 


Diantara dua diatas, yang mana sih yang baik untuk dipilih?

Kalau menurut pendapat gue, semua itu tergantung dari kondisi kalian saat ini. Jika dirasa lingkungan pun mendukung dan diri kalian juga sangat ingin melanjutkan studi. Maka segeralah untuk berusaha menggapainya. Karena kenapa? kalau kalian tunda-tunda, pasti kalian nanti males bahkan jadi lupa. Tapi jika kalian mau bekerja dulu lalu studi, itu juga tidak masalah yang penting adalah niat dari kalian yang selalu kalian maintain dan dijaga terus semangat untuk studi lanjutnya. 

Katanya kalo langsung S2 tanpa bekerja dulu nanti ujung-ujungnya kaya S1? 

Wah ini engga juga ya, mungkin kalo di Indonesia sendiri masih kaya gitu. Tapi ga semua, banyak perusahaan asing yang melihat master sebagai kematangan berfikir dan kefokusan studi yang dipilih. Jadi, ga semua tentang pradigma tentang ini benar ya. Banyak juga kok teman-teman gue yang kerja bagus selepas S2 dan lebih didahulukan dalam promosi jabatannya. Namun, perlu digaris bawahi ya, tetap semua bergantung kepada individu. bagaimana dia bisa menunjukan dirinya itu layak untuk mendapatkan yang terbaik dan diharapkan.


Setelah itu, kalaupun kalian emang mau kerja langsung dan ga ada pikiran S2. Ada baiknya, kalian pilih perusahan yang bener-bener bisa membawa kalian untuk berkembang dan meningkatkan kemampuan kalian. Sehingga nantinya kalian udah siap untuk ditempatkan dimanapun. Jangan pilih dulu karena gajinya. Jika kalian freshgraduate, kesampingkan dulu hal ini, lalu kejarlah pengalaman serta kemampuan kalian dulu hingga dirasa cukup (kurang lebih 3 - 5 tahun) setelah itu kalian bisa di sebut sebagai experience dan mampu bersaing serta melirik gaji yang kalian harapkan. Eits, tapi tetap sesuaikan dengan ukuran kemampuan kalian ya


So, enjoy your time after graduation guys. And think twice for your next journey!

Comments

Popular posts from this blog

Kagum yang Memotivasi

Hari ini gue mau menulis tentang kisah yang mungkin bisa jadi inspirasi buat kita yang membacanya.  Dua aktor ini gue sebut aja Amanda dan Amarel.  Gue mengambil point of view dari sisi Amanda saat menulis ini.  Suatu ketika, saat Amanda baru saja menjadi siswi baru di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jakarta. Amanda bukanlah anak yang jenius atau selalu rangking saat ia duduk di bangku SD. Hingga, saat SMP, Amanda berniat untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan menjadi siswi berprestasi dari segi akademik dan non-akademik. Amanda mengawali niatnya dengan mencari teman sebangku yang bisa diajak belajar bersama, lalu mulai belajar setiap harinya disamping mengerjakan PR dari sekolah. Hari pun berlalu dengan cepat, hingga pada saatnya, Amanda bertemu dengan seorang kakak kelasnya yang duduk dikelas dua saat itu. Amanda sangat silau melihat kakak itu. Ia belum merasakan apapun dalam dirinya, hanya merasa kakak itu sangat hebat. Amanda pu...

Tips Sebagai Mahasiswa Baru

Hallo semua, kali ini gue bakal berbagi mengenai tips dan trik sebagai mahasiswa baru. Ya sekitar tahun 2013 yang lalu gue pernah merasakan menjadi mahasiswa baru. Walaupun sekarang, gue pun akan merasakan lagi menjadi mahasiswa baru haha.  Yap, sebelumnya kalian harus tau dulu perbedan antara siswa dan mahasiswa. Kali ini gue bakal ngedefinisiin perbedaan itu dari sudut pandang gue ya. Jadi, menurut gue banyak perbedaan antara siswa dan mahasiswa. Dimana letak perbedaannya? Siswa itu adalah murid di sekolah. Dimana sekolah itu yang mengajar adalah guru. Lalu, saat belajar di sekolah, seorang siswa telah secara otomatis mendapat jadwal pelajaran dan materi pembelajaran. Dimana, jadwal pelajaran, kelas, hingga buku yang dipakai pun langsung dari guru yang mengajar di sekolah. Sebagai seorang siswa, tugasnya tinggal belajar, mengikuti kegiatan akademik yang berlangsung, mencoba kegiatan non-akademik yang mungkin menjadi ajang untuk menambah pertemanan dan melepas lelah s...

Seblak Jeletet Murni - Indonesian Food Review

Hari ini gue bakal mereview makanan Indonesia (Indonesian Food) yang berasal dari daerah Jawa Barat. Lebih tepatnya adalah Bandung, sebagai kota yang mempopulerkan makanan ini. Makanan ini biasa disebut dengan kata "SEBLAK". Sebetulnya, seblak ini tidak mutlak dari Bandung, di Sumpiuh Jawa Tengah atau di Cianjur misalnya, panganan ini sudah ada sejak sebelum kemerdekaan Indonesia. Yap, seblak yang merupakan panganan yang dibuat dari kerupuk basah/makaroni, dimasak bersamaan dengan sayur, telur, ayam atau pelengkap lainnya dalam satu kuah gurih dan biasanya dinikmati dengan rasa pedas yang cukup kuat. Berbicara tentang rasa pedas, beberapa waktu terakhir, seiring dengan populernya seblak, banyak masyarakat yang menjadikan kuliner ini sebagai salah satu peluang usaha. Dikarenakan, pembuatannya yang cukup mudah, dan mampu diterima oleh berbagai lapisan masyarakat. Salah satu yang terkenal kini adalah " Seblak Jeletet Murni ". Yap, seblak ini menjadi sangat te...